Rangkuman “Message Design: A Key to Effective Instructional Materials” Mata Kuliah Desain Pesan

Rangkuman “Message Design: A Key to Effective Instructional Materials” Mata Kuliah Desain Pesan Pesan adalah serangakaian data bertujuan yang ditransmisikan kepada kemampuan sensorik (penglihatan, suara, sentuhan, rasa dan bau). Proses penyampain pesan ini terjadi oleh dua pihak yaitu komunikator sebagai pihak yang menyampaikan pesan dan komunikan sebagai pihak yang menerima. Proses pesan inilah yang disebut dengan komunikasi. Sementara pesan yang dapat tersampaikan dengan akurat ini disebut dengan informasi.

Rangkuman “Message Design: A Key to Effective Instructional Materials” Mata Kuliah Desain Pesan
sumber: pinterest Resources for Special Education Classrooms

            Dalam penyampaian pesan, terdapat dua jenis tujuan yaitu mengirimkan infomasi atau memberikan intruksi dan menjalin komunikasi yang melibatkan perasaan seperti marah, mengungkapkan rasa, menghibur, membujuk dsb). Intruksi merupakan jenis komunikasi yan dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja, oleh sebab itu dalam penyampaian pesannya perlu memiliki keakuratan dan kelengkapan data yang dibutuhkan.

            Menurut William Deterline (hal. 296), “Kejelasan, kelengkapan, kesederhanaan dan karakteristik lain yang memudahkan pemahaman dapat dirancang menjadi sebuah pesan hanya di ujung pengirim.” Komunikator memiliki tanggung jawab dalam berhasil tersampaikannya penyampaian pesan, agar tujuan penyampaian pesan dapat berjalan dengan optimal maka perlu adanya pendesainan pesan sebleum mengirimkannya. Pengirim pesan yang membentuk desain ini disebut dengan Human performance technology (HPT).

            Human performance technology (HPT) merupakan sebuah proses seleksi, analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi program yang paling efektif untuk mempengaruhi perilaku dan prestasi manusia. Dalam pembentukan konsep pesan, perlu adanya perhatian terhadap berbagai bidang seperti psikologi, kognisi, komunikasi, terapan desain, seni rupa, pengajaran, fisiologi dan pendidikan.

            Menurut Gregg Berryman, dalam pesan visual terdapat tujuh prinsip yang dapat mengatur pemahaman manusia dalam memahami pesan, tujuh prinsip itu yaitu:

1.       figure-ground (memberikan persepsi secara jelas)

2.       equilibrium (bidang psikologis bergerak menuju ketertiban, keseimbangan dan efisiensi)

3.       isomorphic correspondence (pengingat gambar visual dari pengalaman pribadi)

4.       closure (bentuk yang stabil)

5.       proximity (pengelompokan berdasar kedekatan)

6.       continuation (pandangan lanjutan)

7.       similarity (objek serupa didefinisikan oleh bentuk, ukuran, warna dan arah)

            kemudian dijelaskan juga terkait konsep dalam desain pesan instruksional yang baik meliputi:

1.       Desain berbasis grid

2.       Persepsi

3.       Chunking and sequencing

4.       Hubungan spasial

5.       Pesan sekunder

6.       Warna


Grid-Based Design (Desain Berbasis Grid)

            Grid merupakan wujud kerangka dari posisi vertikal dan horizontal yang mana digunakn sebagai alat bantu pengaturan objek dalam desain dua dimensi. Jadi, konsep grid ini mengacu pada pengelompokan koponen dalam pesn yang mendasari penyajian informasi agar intruksi data disampaikan dengan lebih jelas, tersusun dan efisien.

            Jenis grid terbagi menjadi 6 jenis yang dibedakan berdasar susunan pengelompokan, jenis-jenis tersebut antara lain:

a.       Baseline Grid

b.       Coloum Grid

c.       Modular Grid

d.       Manuscript Grid

e.       Pixel Grid

f.        Hierarchical Grid

Perceptibility (Persepsi)

            Secara etimologis, persepsi atau perception berasal dari bahasa latin perception dari percipere, yang artinya menerima atau mengambil. Jadi secara kebahasaannya penulis dapat menyimpulkan definisi persepsi sebagai pengalaman tentang objek atau kejadian yang diperoleh dengan menyimpulkam informasi dan menafsirkan pesan. Terbentuknya persepsi terbagi atas dua komponen, yaitu:

1.       Persepsi sensorik

Komponen ini bersifat fisiologis dan terjadi melalui indera manusia baik penglihatan, suara, sentuhan, rasa atau bau.

2.       Persepsi kognitif

Persepsi ini bersifat mental (psikis) yang terjadi Ketika penerima memahami arti yang sama dengan pengirim ditularkan.

Chunking and sequencing

                Chunking dan sequencing adalah dua hal yang paling penting dari proses desain instruksional. Hunking and sequencing akan menghasilkan dasar dari tata letak materi yang terbentuk.

                Menurut Piskurich (2015), chunking adalah memecah konten menjadi beberapa bagian yang mudah dicerna oleh siswa Anda. Itu tidak berarti Anda hanya memotong konten Anda menjadi beberapa bagian. Sedangkan menurut pendapat Bor (2012) mengacu pada chunking sebagai menggabungkan bit informasi yang lebih kecil menjadi lebih bermakna, dan karena itu lebih mudah diingat. Jadi, bidang point ini adalah tentang pengelompokan potongan informasi menjadi unit yang lebih bermakna yang mana akan membantu pelajar untuk menyerap dan mempertahankan pengetahuan.               

                Berikut adalah contoh penggunaannya:

·         Apa itu komunikasi: Pengirim, penerima, pesan dan umpan balik, penyandian dan penerimaan pesan.

·         Pertanyaan: Pertanyaan terbuka dan tertutup, pertanyaan menyelidik, pertanyaan utama.

·         Komunikasi non-verbal: Ekspresi wajah, gerak tubuh, kontak mata, sentuhan, suara dan postur 

Spatial Relationships (Hubungan Spacial)

            Kajian ini menentukan penempatan antara beberapa objek di dalam ruang desain yang berkaitan dengan objek lain dan refrensi. Hubungan spacial ini terdiri atas dua prinsip yang menjelaskannya yaitu: prinsip ukuran dan prinsip kedekatan.

·         Prinsip ukuran: Prinsip ukuran berarti bahwa hubungan ukuran berbagai elemen pesan sesuai dengan hubungan dalam arti (biasanya penting) dari elemen.

·         Prinsip kedekatan: Prinsip kedekatan berarti bahwa hubungan di ruang dari berbagai elemen pesan sesuai dengan hubungan makna unsur-unsurnya.

Secondary Messages (Pesan Sekunder)

            Pesan sekunder adalah istilah luas yang mengacu pada elemen "tambahan ekstra" dari sebuah pesan. Sekunder ini pesan menyatakan kembali, memperjelas, memperkuat atau menggambarkan pesan. Mereka termasuk grafik, gambar, suara, model, kaset video, dll..

            Pesan sekunder ini juga dapat bersifat verbal ataupu non-verbal. Namun dalam penyampaiannya Sebagian besar dikomunikasikan secaratidak sengaja. 

Color (Warna)

            Manusia memilik kemampuan untuk memahami dan membedakan objek warna yang memungkinkan juga untuk mengenalinya sebagai perbedaan diantara elemen lain pada sebuah desain. Dalam desain, warna lebih dari sekedsar hiasan sederhana, warna adalah elemen yang paling terlihat dari sebuah desain.

            Warna dapat berdiri sendiri sebagai sebuah latar atau diaplikasikan dalam elemen lain seperti garis, bentuk, tekstur dsb. Sebagai materi utama dan pasti ada disetiap desain, pengenalan warna pada desain juga dapat menimbulkan mood dan menceritakan isi desain.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages