Hubungan Psikologi Manusia dan Psikologi Pendidikan

Menjadi sebuah keilmuan yang mempelajari prilaku, kejiwaan dan latar belakangnya melalui prosedur ilmiah. Secara etimologis, psikologi berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan logos yang berarti ilmu. [1] terlepas dari makna secara bahasa yang menjelaskan bahwa psikologi merupakan ilmu yang mempelajari jiwa.

Hubungan Psikologi Manusia dan Psikologi Pendidikan
sumber gambar pinteres Helen Warren

Adapun menurut beberapa ahli, psikologi didefinisikan sebagai berikut:

1.      Robert S. Woodworth dan Marquis D.G. (1957) dalam bukunya Psychology menyatakan bahwa, “Psychology is the science studies of individual activities relation to the environment.” Artinya, psikologi adalah ilmu yang mempelajari kegiatan dan tingkah aku individu dalam hubungannya dengan lingkungan.

2.      Geoger A. Miller (1974) dalam bukunya Psychology and Communication menyatakan bahwa, “Psychology is the science that attempts to describe, predict, and control mental and behavioral event”. Artinya, psikoogi adalah ilmu yang berusaha untuk menjelaskan, memprediksi, dan megendalikan peristiwa-peristiwa mental dan tingkah laku. [2]

Dalam kehidupan manusia dan kesimpulan yang dapat penulis ambil dari pengertian psikologi diatas, dapat dipastikan jika psikologi juga dapat menjadi keilmuan pada ranah pendidikan. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.[3]

Dalam pandangannya, psikologi pendidikan adalah sebuah subdisiplin ilmu psikologi yang berkaitan dengan teori dan masalah kependidikan yang berguna dalam hal-hal sebagai berikut:

1.       Penerapan prinsipprinsip belajar dalam kelas

2.       Pengembangan dan pembaharuan kurikulum

3.       Ujian dan evaluasi bakat dan kemampuan

4.       Sosialisasi proses-proses dan interaksi proses-proses tersebut dengan pendayagunaan ranah kognitif

5.       Penyelenggaraan pendidikan keguruan.[4]

Cakupan psikologi pendidikan berlatar dari masalah pokok pendidikan dengan persoalan inti peserta didik. Sehingga pembahasan psikologi pendidikan mencakupi terlibatnya manusia dalam proses pendidikan dengan memiliki batasan lingkupan. Adapun Batasan ruang lingkup pendidikan menurut ahli adalah sebagai berikut:

Crow and Crow dalam Dalyono 2012:15) menyatakan lingkup psikologi pendidikan, antara lain ialah:

1.       Sejauh mana faktor-faktor pembawaan dan lingkungan berpengaruh terhdapat belajar;

2.       Sifat-sifat dariproses belajar;

3.       Hubungan antara tingkat kematangan dengan kesiapan belajar;

4.       Signifiksi pendidikan terhadap perbedaan-perbedaan individual dalam kecepatan dan keterbatasan belajar;

5.       Perubahan-perubahan jiwa yang terjadi selama belajar;

6.       Hubungan antara prosedur-prosedur mengaar dengan hasil belajar;

7.       Teknik-teknik yang sangat efekif bagi penilaian kemajuan dalam belajar;

8.       Pengaruh/akibat relative dari pendidikan formal dibandingka dengan pengalaman-pengalaman belajar yang incidental dan informal terhadap individu;

9.       Nilai/manfaat sikap ilmiah terhadap pendidikan bagi personel sekolah; dan

10.   Akibat/pengaruh psikologi yang ditimbulkan oleh kondisi-kondisi sosiologis terhadap sikap siswa.[5]

Kemudian Syah (2003:25) membatasi pokok-pokok batasan psikologi pendidikan menajdi tiga, yaitu: (1) belajar,yang meliputi teori-teori, prinsip-prinsip, dan ciri-ciri khas perilaku belajar; (2) proses belajar, yakni tahapan perbuatan dan peristiwa yang terjadi dalam kegiatan belajar; (3) situasi belajar, yakni suasana dan keadaan lingkungan baik fisik maupun non fisik yang berhubungan dengan kegiatan belajar siswa.[6]

 

Daftar Pustaka:

[1] Rahmat, Psikologi Pendidikan, (Jakarta:Bumi Aksara,2021) hlm. 1

[2] Ibid hlm. 3

[3] Pemerintah Republik Indonesia, Undang-undang Tentang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003

[4] Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Edisi Revisi, Cet. V, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000), hal. 12.

[5] Dr. Yusron DKK, Psikologi Pendidikan dan Pembelajaran, (Yogyakarta: UAD PRESS, 2020) hlm. 7

[6] Ibid hlm. 6

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages