Hakikat Pendidikan dalam Kehidupan dan Hakikat Manusia

Hakikat Pendidikan dalam Kehidupan dan Hakikat Manusia - Dalam menjalani hidup, manusia tidak akan terlepas dari proses belajar baik secara disengaja maupun tidak disengaja. Karakteristik secara principal inilah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya (binatang dan tumbuhan).  Secara konsep pembelajaran yang terjadi akan mengembangkan pemikiran sehingga terbentuk pola pikir yang berakal. Dari pandangan dampak pembelaran terhadap proses perkembangan manusia, pendidikan dapat diartikan menjadi proses kemanusiaan dan pemanusiaan. Istilah “kemanusiaan” secara bahasa diartikan sebagai sifat-sifat manusia serta bertindak dengan logika sebagai manusia. Sementara istilah “pemanusiaan” bermakna proses pembentukan rasa kemanusiaan, menjadi pribadi yang dewasa. Artinya adalah pendidikan menjadikan manusia dapat berkelakuan dan berpikiran sesuai logika dan merupakan cikal bakal dari pembentukan karakter.

Hakikat Pendidikan dalam Kehidupan dan Hakikat Manusia
sumber gambar piterest https://oneclub.org/

Dalam jalannya proses pendidikan, pemantauan dan evaluasi potensi menjadi hal penting yang harus di titik beratkan. Potensi positif dapat dikembangkan untuk menumbuhkan kualitas diri, sementara potensi negatif harus disikapi sebagai upaya preventive karena karakter manusia ditentukan oleh cara berfikir dan berperasaanya.

Unsur pembangun manusia yang mencakupi hati (perasaan), pikiran (cara berfikir) dan fisik (tindakan dan sikap) menjadi point penting dalam pendidikan guna membentuk manusia yang berakal dan bermoral. Sebagai mana yang dijelaskan Van Baal (1987:17) bahwa sesuatu yang menjadi milik manusia itu diperoleh dengan dua cara: Pertama, secara umum untuk menunjukkan segala sesuatunya dengan belajar. Kedua, sebagai suatu istilah yang mencakup kesemuanya untuk menunjukkan bentuk kehidupan secara total dari para anggota suatu kelompok tertentu.

Berdasarkan pengertian dari UU SISDIKNAS No.20 tahun 2003 pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Sementara menurut Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia) mendefinisikan tentang pengertian pendidikan yaitu: tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anakanak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.

 Dari penjelasan beberapa sumber tentang definisi pendidikan serta hubungannya dengan pembentukan karakter manusia, maka dapat penulis simpulkan bahwa pendidikan merupakan bimbingan atau pembelajaran yang diberikan kepada anak ataupun pribadi yang belum matang dalam berperasaan, berfikir dan bertindak guna mencapai kedewasaan untuk dapat melaksanakan tugas atau menjalani hidupnya. Kemudian, penulis juga simpulkan terkait perumusan hakikat pendidikan sebagai berikut:

1.       Pendidikan adalah proses interaksi yang melibatkan peserta didik dan pendidik untuk mencapai maksud dan tujuan;

2.       Pendidikan menjadi upaya persiapan dalam menjalani hidup;

3.       Pendidikan meningkatkan kualitas manusia melalui pembentukan karakteristiknya;

4.       Pendidikan menjadi proses perkembangan manusia dan berlangsung seumur hidup manusi.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages