Keadaan dan Kerugiaan Pasca Perang Dunia II

Keadaan dan Kerugiaan Pasca Perang Dunia II. perang dunia 2 merupakan peperangan dasyat antar umat manusia di dunia yang pernah terjadi. secara garis besar kerugiaan setelah perang dunia 2 ini adalah jutaan korban manusia dan milyaran ribu dolar secara material. namun lebih dalamya lagi beginilah Keadaan dan Kerugiaan Pasca Perang Dunia II .

baca juga: Permusuhan (masalah diplomasi) setelah berakhirnya perang dunia 2

Sebuah B-17 Flying Fortress bernama “Virgin’s Delight” dari Skuadron Bom ke-410, Grup Pengeboman ke-94, Angkatan Udara ke-8 terbang menjauh setelah menjatuhkan bomnya di pabrik Focke-Wulf Fw 190 di Prusia Timur. 9 Oktober 1943. Tak lama setelah misi ini, pada November 1943, Virgin's Delight ditembak jatuh dan jatuh di Laut Utara


1. 2 September 1945, Perang Dunia II resmi berakhir
Pada tanggal 2 September 1945, Jepang resmi menyerah kepada sekutu. Sebagai konsekuensi perang, Sekutu membentuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebuah organisasi untuk kerja sama dan diplomasi internasional, mirip seperti Liga Bangsa-Bangsa.
Anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa setuju untuk melarang perang agresi dalam upaya untuk menghindari perang dunia ketiga Kekuatan besar yang hancur di Eropa Barat membentuk Komunitas Batubara dan Baja Eropa, yang kemudian berkembang menjadi Komunitas Ekonomi Eropa dan akhirnya menjadi Uni Eropa saat ini. Upaya ini terutama dimulai sebagai upaya untuk menghindari perang lain antara Jerman dan Prancis dengan kerja sama dan integrasi ekonomi, dan pasar bersama untuk sumber daya alam yang penting.
2. Perkiraan jumlah korban Perang Dunia II sekitar 35-67 juta jiwa
Setelah berperang selama 6 tahun lamanya, korban yang diperkirakan jatuh sekitar 35-67 juta jiwa. 17% diantaranya berasal dari blok poros, dan 83% sisanya korban berasal dari blok sekutu. Dengan korban sebanyak ini menjadikan perang dunia II ini menjadi perang paling memakan korban sepanjang sejarah. Hal ini menjadi PR besar bagi Liga Bangsa-Bangsa pada saat itu.
3. Sesuai kesepakatan sekutu, wilayah jajahan yang terampas oleh Jepang akan dikembalikan ke penjajah sebelumnya
Beberapa wilayah jajahan seperti di asia, yang wilayah jajahannya dirampas oleh Jepang, maka ketika Jepang resmi menyerah, sekutu akan mengembalikan wilayah tersebut ke penjajah sebelumnya. Filipina dan Guam dikembalikan ke Amerika Serikat. Burma, Malaya, dan Singapura dikembalikan ke Inggris dan Indo-Cina Prancis kembali ke Prancis. Hindia Belanda harus diserahkan kembali kepada Belanda tetapi ditentang sehingga menyebabkan perang kemerdekaan Indonesia.
4. Nasib Jerman
Di barat, Alsace-Lorraine dikembalikan ke perancis. Di timur, Sudetenland kembali ke Cekoslovakia. Dan wilayah Jerman terbagi menjadi 2, yaitu Britania menguasai Jerman Barat dan Uni Soviet menguasai Jerman Timur. Begitu juga Berlin dibagi menjadi 2 dengan Britania di Berlin barat dan Uni Soviet di Berlin timur.
Jerman membayar uang ganti ke Inggris, Prancis, dan Uni Soviet, terutama dalam bentuk pabrik yang telah dibongkar, kerja paksa , dan batu bara. Standar hidup Jerman harus diturunkan ke level tahun 1932. Dimulai segera setelah Jerman menyerah dan berlanjut selama dua tahun berikutnya, AS dan Inggris menjalankan program "Reparasi intelektual" untuk memanen semua pengetahuan teknologi dan ilmiah serta semua paten di Jerman. Nilainya sekitar US $ 10 miliar (US $ 131 miliar dalam kurs dolar tahun 2020).
Kebijakan AS di Jerman pascaperang dari April 1945 hingga Juli 1947 adalah bahwa tidak ada bantuan yang harus diberikan kepada Jerman dalam membangun kembali negaranya, kecuali untuk jumlah minimum yang diperlukan untuk mengurangi kelaparan.
5. Nasib Jepang
Wilayah yang telah Jepang kuasai dengan otomatis akan diserahkan kepada sekutu termasuk pulau utama Jepang (Kyushu & Honshu). Pembagian wilayah Manchuria dan Korea bagian utara akan diserahkan kepada Uni Soviet, Filipina dan Guam dikembalikan ke Amerika Serikat. Burma, Malaya, dan Singapura dikembalikan ke Inggris dan Indo-Cina Prancis kembali ke Prancis. Hindia Belanda harus diserahkan kembali kepada Belanda tetapi ditentang sehingga menyebabkan perang kemerdekaan Indonesia.
6. Nasib Italia
Perjanjian Damai dengan Italia 1947 menandai akhir dari kerajaan colonial Italia. Perjanjian Perdamaian Paris tahun 1947 memaksa Italia membayar $ 360 juta (Dolar AS dengan harga tahun 1938) sebagai ganti rugi perang.
Tidak seperti di Jerman dan Jepang, tidak ada pengadilan kejahatan perang yang diadakan terhadap para pemimpin militer dan politik Italia, meskipun perlawanan Italia akhirnya mengeksekusi beberapa dari mereka seperti Benito Mussolini yang dihukum gantung di akhir perang, dan lain-lain.
7. Dunia kembali damai, setidaknya untuk 5 tahun
Dengan perjanjian-perjanjian yang telah ditanda-tangani oleh negara yang kalah, membuat seluruh negara dapat merasakan kedamaian tanpa ada baku tembak lagi. Setidaknya untuk 5 tahun.

sumber refrensi 
https://web.facebook.com/groups/Ensiklopediabebas2/permalink/817224245635589/?app=fbl&_rdc=1&_rdr
 N.N. 2008. “Potsdam Conference”. Diakses dari https:,//www,britannica,com/event/Potsdam-Conference diakses pada 10 April 2021.
N.N. 2021. “Menyerahnya Jepang” Diakses dari https:,//id,wikipedia,org/wiki/Menyerahnya_Jepang diakses pada 10 April 2021.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages