Sejarah Terlibatnya Jepang pada Perang Dunia II

Perang Dunia ke 2 adalah sebuah pertempuran besar yang terjadi dan melibatkan berbagai negara di dunia. Jepang menjadi bagian dari pertempuran pada perang dunia II, bahkan perang dunia ke 2 ini juga diakhiri dengan insiden pengebomam yang meratakan 2 kota besar di Jepang. lantas bagaimana awal mula terlibat dan bergabungnya Jepang dalam pertempuran itu , terlebih lagi Jepang merupakan wilayah yang dipimpin kekaisaran, berikut sejarahnya

jendral hirohito yang memimpin jepang saat perang dunia 2
sumber gambar instagram @japan_ww2


1. Keterlibatan Amerika dalam penggulingan Shogun di Jepang
Hingga tahun 1868, Jepang berada di bawah kepemimpinan Kaisar. Namun, pada kenyataannya yang memegang tampuk kekuasaan adalah Shogun (Jenderal Angkatan Darat). Orang-orang yang tidak menyukai perilaku sewenang-wenang Shogun, membuat orang menginginkan kembalinya kekuasaan Kaisar.
Kebetulan di tahun yang sama Jepang kedatangan tamu, yaitu Amerika. Saat itu, Jepang, yang mengisolasi diri dari dunia luar, pasti akan mengusir Amerika. Namun, Kaisar Meiji yang mendengar kabar ini tentu tidak tinggal diam. Kaisar Meiji pergi menemui Jenderal Amerika dan membuat perjanjian. Amerika, yang menginginkan Jepang untuk membuka Pelabuhan dan mengambil keuntungan, dan Jepang, yang menginginkan Era Keshogunan berakhir, memiliki musuh bersama, Keshogunan.
Tentara Kekaisaran bergabung dengan Tentara Amerika untuk melawan Tentara Shogun. Dan perang ini dikenal sebagai Perang Boshin (1868-1869). Pada akhirnya Kekaisaran menang, dan sesuai kesepakatan awal, Jepang mulai membangun pelabuhannya dan menyediakan sumber daya alam ke Amerika. Dan Kekaisaran mulai memimpin Jepang lagi.
2. Buruk karena Amerika telah mengambil sumber daya alam, Jepang mulai menginvasi negara tetangganya
Ada satu masalah di awal Restorasi Meiji, yaitu Restorasi Ekonomi. Sejak Era Keshogunan Edo, Jepang mengalami masalah ekonomi. Ditambah dengan penyediaan sumber daya alam ke Amerika, Jepang semakin miskin. Kaisar Meiji juga bermaksud untuk menghidupkan kembali perekonomian dengan menginvasi negara-negara tetangga.
3. Jepang Membantu Korea di Bawah Dinasti Qing (Cina)
Pada tahun 1876, Jepang pergi ke Korea untuk merundingkan pembagian sumber daya alam. Namun saat itu Dinasti Qing yang berkuasa tidak menyukai pengunjung asing. Akhirnya, pada tahun 1882 Ratu Ming menciptakan Gerakan Anti-Jepang. Beberapa orang Korea yang menuntut kemerdekaan Korea dibantu oleh Jepang, dan ingin melakukan kudeta. China juga tidak tinggal diam. China menggagalkan rencana kudeta dan beberapa tokoh kunci Partai Progresif Korea melarikan diri ke Jepang.
Kekaisaran, setelah mengetahui kekalahan ini, memutuskan untuk membantu Korea sepenuhnya. Pada tahun 1894, Jepang kembali ke Korea dan memulai Perang Tiongkok-Korea Pertama. Pada tanggal 3 Mei 1894, Tiongkok mengirimkan 1.500 tentara Qing. Meski begitu, kemenangan tetap diraih Jepang dan Korea.
Akhirnya pada tahun 1895, Dinasti Qing menyerahkan kekuasaannya kepada Jepang. Dan nama Dinasti Joseon berubah menjadi Greater Korea, dan Korea memperoleh kemerdekaannya.
Namun, kenyataannya tidak begitu manis. Pengaruh Jepang di Korea semakin kuat. Jepang juga mulai menerapkan aturan sepihak, tanpa mendiskusikannya dengan para pemimpin Korea.
4. Jepang Mulai Menguasai Korea sejak 1910
Pada tahun 1910 Jepang secara efektif menduduki Korea dalam Perjanjian Aneksasi Jepang-Korea. Perjanjian ini dipakai oleh Jepang tanpa menghiraukan kemarahan rakyat Korea yang tidak menyetujui perjanjian yang tidak disahkan oleh Raja Gojong tersebut.
Jaringan transportasi dan komunikasi dibangun di seluruh wilayah negeri oleh pemerintahan kolonial Jepang dan mengarah pada eksploitasi rakyat Korea. Hanya sedikit manfaat yang didapat rakyat Korea dari modernisasi ini, karena semua fasilitas hanya dibuat untuk melancarkan kepentingan dan perdagangan Jepang. Beberapa kejahatan penjajahan Jepang atas Korea:
1. Meruntuhkan Gyeongbokgung
2. Mengenakan pajak tinggi terhadap hasil pertanian serta mengekspornya ke Jepang yang menyebabkan bencana kelaparan bagi rakyat Korea.
3. Menyiksa dan membunuh warga yang menolak membayar pajak
4. Kerja paksa membangun jalan dan pertambangan
5. Perbudakan seks terhadap wanita Korea [18]
6. Mengirimkan pekerja ke teritori Jepang lain untuk kerja paksa
Spekulasi wafatnya Raja Gojong bulan Januari 1919 karena diracuni oleh mata-mata Jepang membuat rakyat melakukan aksi protes secara damai di seluruh negeri pada tanggal 1 Maret 1919, peristiwa ini disebut Pergerakan 1 Maret. Dalam peristiwa ini tentara dan polisi Jepang membunuh hampir 7000 orang Korea.
5. Terjadinya Insiden Mukden, Awal dari Perang Tiongkok-Jepang Kedua
Insiden Mukden pada tanggal 18 September 1931, diketahui di Jepang sebagai Insiden Manchuria, adalah insiden yang terjadi di Manchuria selatan ketika jalur kereta api yang dimiliki Jepang, di dekat Mukden (kini Shenyang) dibom oleh opsir junior Jepang. Militer Jepang menuduh Tiongkok melakukan hal ini. Insiden ini merupakan peristiwa awal Perang Tiongkok-Jepang Kedua, walaupun perang skala penuh tidak akan dimulai sampai tahun 1937. Pada bahasa Tionghoa, insiden ini disebut Insiden 18 September.
Pada pagi hari tanggal 19 September, dua buah artileri dipasang di depan sebuah klub malam Mukden dan menembaki garnisun Tiongkok yang ada di dekatnya, sebagai reaksi atas dugaan bahwa Tiongkok telah menyerang jalur kereta api. Pasukan angkatan udara kecil Zhang Xueliang dihancurkan, dan tentaranya melarikan diri dari barak Beidaying mereka yang hancur, ketika lima ratus tentara Jepang menyerang garnisun Tiongkok yang dijaga sekitar tujuh ribu personel. Pasukan Tiongkok bukan tandingan pasukan Jepang yang berpengalaman. Menjelang malam, pertempuran berakhir, dan Jepang berhasil menduduki Mukden setelah menelan korban 500 nyawa di pihak Tiongkok dan hanya 2 nyawa di pihak Jepang.
6. Kemenangan Jepang Menguasai Manchuria Terus Membuat Jepang Mendesak Tiongkok
Pemerintah Tiongkok disibukkan dengan banyak masalah internal, termasuk masalah pemerintahan Guangzhou yang baru memerdekakan diri yang dipimpin oleh Hu Hanmin, pemberontakan Partai Komunis Tiongkok, dan bencana banjir mengerikan dari Sungai Yangtze yang mengakibatkan jutaan orang meninggal dan ratusan ribu orang mengungsi. Selain itu, Zhang sendiri tidak berada di Manchuria pada saat itu, tetapi berada di rumah sakit di Beijing untuk mengumpulkan dana bagi para korban banjir. Di surat kabar Tiongkok, Zhang diejek sebagai "Jenderal Non-resistensi".
Karena keadaan ini, pemerintah pusat beralih ke komunitas internasional untuk mencari resolusi damai. Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengeluarkan protes keras kepada pemerintah Jepang dan menyerukan penghentian segera operasi militer Jepang di Manchuria, serta mengajukan banding ke Liga Bangsa-Bangsa, pada 19 September. Pada tanggal 24 Oktober, Liga Bangsa-Bangsa mengeluarkan resolusi yang mengamanatkan penarikan pasukan Jepang, yang akan selesai pada 16 November. Namun, Jepang menolak resolusi Liga Bangsa-Bangsa dan bersikeras akan melakukan negosiasi langsung dengan pemerintah Tiongkok. Negosiasi berjalan tersendat-sendat tanpa banyak menuai hasil apapun.
7. Jepang Menguasai Sanghai pada November 1937
Pertempuran Shanghai adalah pertempuran pertama dari 22 pertempuran besar antara Tentara Revolusioner Nasional, Republik Tiongkok dan Tentara Kekaisaran Jepang selama Perang Tiongkok-Jepang Kedua. Pertempuran ini adalah salah satu yang paling besar dan paling berdarah selama masa perang tersebut.
Sejak 1931, Tiongkok dan Jepang telah terlibat dalam konflik-konflik kecil tiada putus, seringkali dikenal sebagai ”insiden”, yang membuat Tiongkok kehilangan wilayah sepotong demi sepotong. Pada Agustus 1937, mengikuti Insiden Jembatan Marco Polo pada 7 Juli, dan invasi Jepang terhadap Tiongkok Utara, Generalissimo Chiang Kai-shek memutuskan untuk memimpin Tiongkok dalam perang total terhadap Jepang, meskipun tanpa deklarasi resmi. Perlawanan Tiongkok di Shanghai bertujuan mematahkan gerak maju Jepang yang cepat, memberikan banyak waktu yang diperlukan kepada pemerintah Tiongkok untuk memindahkan industri-industri vital ke tempat yang lebih dalam, di mana pada saat yang sama berusaha mengambil simpati Kekuatan Barat.
8. Jepang Menguasai Nanking pada Desember 1937
Tidak berhenti di Sanghai, Jepang pun memperluas kekuasaannya ke Nanking pada bulan berikutnya. Pembantaian Nanking terjadi saat Perang Tiongkok-Jepang yang kedua. Pada pembantaian ini sebanyak 300.000 penduduk Nanking tewas terbunuh. Pembantaian ini terjadi selama periode 6 minggu, mulai tanggal 13 Desember 1937, tanggal dimana Jepang menguasai Nanking. Selama periode 6 minggu ini, tidak hanya pembantaian yang terjadi. Banyak tentara Jepang juga memperkosa wanita disana, lalu membunuhnya.
Meski pada saat Jepang menyerah pada sekutu pada tahun 1945, Sejarawan masih belum menentukan berapa banyak orang yang dibantai pada saat itu. Pada tahun 1948, Pengadilan Militer Timur Jauh memperkirakan sebanyak 200.000 penduduk Nanking tewas pada saat itu. Beberapa oknum yang terlibat dikenai hukuman, meski salah satu pelaku utama, Pangeran Asaka, dari Keluarga Imperial, lolos dari tuntutan karena memiliki kekebalan yang sebelumnya diberikan oleh sekutu.
Pemerintah Tiongkok dituduh membesar-besarkan kejadian ini, Revisionis Sejarah dari Jepang mengatakan bahwa kejadian ini hanyalah pembantaian terhadap golongan kecil yang jumlahnya tidak sampai ribuan jiwa. Tapi pada akhirnya Pengadilan Militer Timur Jauh menetapkan kejadian ini sebagai Pembantaian yang menewaskan sekitar 40.000-300.000 korban jiwa.
9. Pertempuran Jepang-Soviet di Perbatasan Manchuria pada 1939
Pertempuran Khalkhin Gol adalah pertempuran dari perang Perbatasan Soviet-Jepang yang tidak dideklarasikan, atau Perang Jepang-Soviet, yang terjadi antara Uni Soviet dan Kekaisaran Jepang tahun 1939. Pertempuran ini dinamai dari sungai Khalkhyn Gol. Di Jepang, pertempuran ini disebut Insiden Nomonhan
Setelah pendudukan Jepang atas Manchuria pada tahun 1931, Jepang mengalihkan kepentingan militernya ke wilayah Soviet yang berbatasan dengan daerah-daerah itu. Insiden besar perbatasan Soviet-Jepang pertama, Pertempuran Danau Khasan, terjadi pada tahun 1938 di Primorye. Bentrokan antara pasukan Jepang dan Soviet sering terjadi di sepanjang perbatasan Manchuria.
Pada tahun 1939, Kabinet Jepang mengirim instruksi kepada Tentara Kwantung untuk memperkuat dan memperkuat perbatasan Manchukuo dengan Mongolia dan Uni Soviet. Selain itu, Tentara Kwantung, yang telah lama ditempatkan di Manchuria jauh dari Kepulauan Jepang, telah menjadi sangat otonom dan cenderung bertindak tanpa persetujuan dari, atau bahkan menentang arahan, pemerintah Jepang.
Pertempuran Jepang-Soviet di Perbatasan Manchuria
sumber gambar instagram 


10. Prancis dan Britania Raya Mendeklarasikan Perang kepada Jerman, Italia, dan Jepang
Karena Jerman menyerang Polandia, Italia dan Jepang terpaksa dideklarasikan perang oleh pihak sekutu. Italia dan Jepang yang terikat Pakta Tripartit dengan Jerman terpaksa harus berurusan dengan Prancis dan Britania Raya.
Namun pada awal Perang Dunia II, Amerika dan Uni Soviet masih belum masuk menjadi blok sekutu dan hanya perang berdasarkan negaranya sendiri.

sumber refrensi 
https://web.facebook.com/groups/Ensiklopediabebas2/permalink/807687643255916/
OverSimplified, 2018. WW2 - OverSimplified (Part 1). Diakses dari https:,//www,youtube,com/watch?v=_uk_6vfqwTA&t=0s diakses pada 24 Maret 2021
 Wikipedia, 2021. Sejarah Korea. https:,//id,wikipedia,org/wiki/Sejarah_Korea diakses pada 24 Maret 2021
 Wikipedia, 2021. Korea under Japanese rule. Diakses dari https:,//en,m,wikipedia,org/wiki/Korea_under_Japanese_rule diakses pada 24 Maret 2021
 Wikipedia, 2021. Insiden Mukden. Diakses dari https:,//id,wikipedia,org/wiki/Insiden_Mukden diakses pada 24 Maret 2021
 Wikipedia, 2021. Pertempuran Sanghai. Diakses dari https:,//id,wikipedia,org/wiki/Pertempuran_Shanghai diakses pada 24 Maret 2021
 Wikipedia, 2021. Pembantaian Nanking. Diakses dari https:,//id,wikipedia,org/wiki/Pembantaian_Nanking diakses pada 24 Maret 2021
Wikipedia, 2021. Pertempuran Khalkhin Gol. Diakses dari https:,//id,wikipedia,org/wiki/Pertempuran_Khalkhin_Gol diakses pada 24 Maret 2021

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages